Selasa, 19 Januari 2010

Merintis Gerimis

dalam diam aku mendekam
antara ngarai dan tebing curam
bersama luka lintasi malam
sesaat muka aku tengadah
memuja malam berakhir indah
namun asa tinggalah punah
sewaktu badai mulai mendesah
dan adakah udara kebebasan
yang masih sempat aku rasakan
di antara langit yang bergelora
oleh mega-mega nestapa

padamu langit warna kelabu
kumohon jawab pertanyaan kalbu:
“Mengapa kini aku merintis
dalam hari penuh gerimis?”

Jepara, 20 April 2007
(Harian SOLOPOS, 3 Juni 2007)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar