dalam diam aku mendekam
antara ngarai dan tebing curam
bersama luka lintasi malam
sesaat muka aku tengadah
memuja malam berakhir indah
namun asa tinggalah punah
sewaktu badai mulai mendesah
dan adakah udara kebebasan
yang masih sempat aku rasakan
di antara langit yang bergelora
oleh mega-mega nestapa
padamu langit warna kelabu
kumohon jawab pertanyaan kalbu:
“Mengapa kini aku merintis
dalam hari penuh gerimis?”
Jepara, 20 April 2007
(Harian SOLOPOS, 3 Juni 2007)
***
Selasa, 19 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar