Sebelum sampai tikungan ini
ribuan senja telah kita lewati
di atas pasir putih
memandang ombak berbuih
adakah tawa dan sedu sedan kita
diukir jemari senja
di tebing waktu
abadi selalu
sore itu, surya tak menghadiri undangan kita
terjebak iringan mega
hanya rinai hujan
kado istimewa, tak terlupakan
kemudian kau larut bersama ombak
membentang jarak-
“Aku tetap di sini, sahabat
menanti kapalmu merapat”
Jepara, 24 Juli 2007
(Majalah Aneka Yess, 26 Okt-8 Nov 2009)
***
Rabu, 20 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar