pada jiwa-jiwa yang terdampar
oleh buasnya alur kehidupan
kuingin kau menyaksikan petuah matahari
yang menyinari bumi sepenuh hati
kau lihat sinarnya yang menembus tumpukan daun kering
yang telah menjadi humus
dan membantu menyuburkan tanahnya
bukankah sebelumnya kau anggap dedaunan itu
adalah tumpukan sampah
dan pernahkah kau merasa
jika dirimu adalah daun-daun kering itu
namun pernahkah kau menyadari
jika cahaya Illahi lebih dari matahari
bahkan membantumu menjadi
tunas muda kembali
Surakarta, 30 April 2007
(Harian SOLOPOS, 25 November 2007)
***
Rabu, 20 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar