Senin, 28 Desember 2009

Semak Belukar

Lihatlah semak belukar itu, katamu

Sekilas tampak gelap dan menyeramkan

Dibanding padang rumput yang luas di sampingku

(Sesaat aku terdiam

mencerna kata yang mengalun dari bibirmu

laksana tanah gersang

merindukan hujan :

dan runtuhlah dinding nalar yang kubangun)


“ Andai kau bisa melihat dari sisi lain

kau pasti akan temukan satu alasan

mengapa rusa senang berlindung di sana

dan bukankah di sana dia bisa bernaung

dari terik dan hujan

dari pemburu yang mengintai setiap saat ”


Jepara, 17 April 2007

(Harian SOLOPOS, 3 Juni 2007)

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar