ada fenomena baru dalam pemilu
suara yang didapat tak sesuai yang dimau
beberapa mereka-reka tentang korelasi
antara kepicikan demokrasi dan suara tertinggi
ada juga yang dikaitkan dengan korupsi
yang pernah dikupas media belum lama ini
kemudian diterjemahkan dengan peribahasa:
“Karena setitik nila, rusak susu sebelanga”
dari pilihan yang ada,
“Silakan mencontreng mana yang Anda suka!”
Surakarta, 18 April 2009.
(Harian SOLOPOS, 3 Mei 2009)
***
Rabu, 20 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar