sunyi malam memagut
saat huruf hijaiyah kusebut
sampai larut
embun yang runtuh
menjelang subuh
tak jua rapuh
isak petir yang tertahan
oleh gumpalan awan
mengundang gerimis tertahan
(kemudian baru aku tahu
gerimis perlahan itu
adalah milikku)
Surakarta, 7 Februari 2008
(Majalah Annida, Edisi Juni 2008)
***
Rabu, 20 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar